TIPS DAN TRIK CARA MENGECAS HP ATAU PONSEL DENGAN BENAR


Ponsel Smartphone sekarang ini lebih banyak diminati daripada Ponsel yang biasa kita gunakan untuk sms dan nelpon doang, dengan ini yang namanya smartphone pastinya memerlukan daya baterai yang powerfull untuk bisa bekerja mulai dari kirim email, chat, sosial media, games, dan pekerjaan yang tidak terlepas dari smartphone. Sayangnya dengan banyaknya fitur didalam ponsel yang anda miliki tidak sinkron dengan baterai yang dimiliki oleh ponsel itu sendiri, maka dari itu pastinya anda akan mendapatkan kinerja yang kurang baik karena ketahanan baterai kurang mumpuni.

Kendala - kendala diatas sudah pasti dialami oleh semua pengguna smartphone. Vendor sendiri biasanya menanamkan daya baterai yang hanya kisaran 2000-4000mAh, tetapi untuk yang kalangan 4000 mAh masih belum banyak keluar. Rata-rata smartphone saat ini memiliki waktu pakai 4-5 jam jika digunakan secara intens ( terus menerus ).

Tentunya waktu tersebut tidak cukup untuk menemani aktivitas penggunanya seharian. Berikut beberapa tips meng-charge smartphone yang baik dan benar agar baterai bisa berumur panjang :


1. Jangan dibiarkan habis total

Banyak yang mengatakan agar baterai smartphone sebaiknya dibiarkan habis terlebih dahulu sebelum di-charge kembali. Hal itu memang benar, tetapi itu hanya untuk baterai dengan bahan nikel, yang saat ini sudah mulai ditinggalkan, sehingga saran di atas sudah tidak relevan.

Smartphone-smartphone modern saat ini sudah menggunakan baterai berbahan litium-ion, yang cara perawatannya pun juga berbeda dari baterai bahan nikel. Baterai smartphone sebaiknya dijaga agar daya yang disimpan di dalamnya tetap di atas 50 persen atau minimal 20 persen.

Meski begitu, sesekali daya baterai juga perlu "dikuras" hingga habis, misalnya sekali dalam sebulan untuk keperluan kalibrasi.


2. Jangan di Cas Semalaman

Kebiasaan membiarkan baterai terhubung dengan charger semalaman sambil ditinggal tidur juga ternyata tidak baik. Walau beberapa charger bisa memutus arus listrik jika daya sudah terisi 100 persen, membiarkan baterai selalu berada dalam kondisi 100 persen terisi juga tidak baik. Mengisi baterai sebentar saja hingga terisi penuh secara berkali-kali malah lebih baik untuk kesehatan baterai dibanding dibiarkan dalam kondisi nol persen atau 100 persen secara terus-menerus.

Baterai litium juga rawan jika dibiarkan sering kehabisan daya sebab baterai tersebut juga memiliki komponen yang bisa digunakan untuk merusak baterai sendiri untuk mencegah agar baterai tidak meledak. Walau tidak terjadi tiap hari, pengguna wajib waspada.


3. Hindari tempat yang panas

Hindarkan smartphone dari tempat-tempat yang panas, misalnya di dashboard mobil di bawah kaca depan mobil, walau smartphone dalam keadaan mati sekali pun. Sebab, panas yang terpapar bisa merusak baterai. Baterai litium idealnya disimpan dalam suhu 15 derajat celsius. Suhu ekstrem yang bisa ditangani adalah antara minus 40 hingga 50 derajat celsius.


4. Langsung ke soket listrik

Menghubungkan baterai dengan charger melalui soket listrik adalah cara yang paling direkomendasikan. Walau saat ini diperkenalkan metode pengisian ulang baterai secara nirkabel, metode tersebut juga menghasilkan panas yang tidak baik untuk baterai. Metode menghubungkan charger dengan soket listrik juga lebih cepat dan aman jika dibanding menghubungkan smartphonedengan USB komputer atau laptop menggunakan kabel data/charger.

Nah, bagaimana, sekarang anda sudah punya wawasan yang lebih luas lagi mengenai smartphone, iya kan? pastinya anda wajib untuk hati-hati supaya bisa mendapatkan daya baterai yang bisa bertahan lebih lama lagi. Sekian artikel dari saya semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda dan jika bermanfaat jangan lupa untuk share, karena masih banyak lagi yang membutuhkan ilmu ini selain anda. ayo beramal dengan yang lain. Terima kasih telah bersedia untuk membaca artikel di blog sederhana ini.

Sumber : Tribun News

Terima Kasih Telah Berkunjung
EmoticonEmoticon

Loading...