NISN Siswa Diubah Ke NIK, Integrasi Dapodik dengan Data Kependudukan, Berikut Manfaatnya

NISN Siswa Diubah Ke NIK, Integrasi Dapodik dengan Data Kependudukan, Berikut Manfaatnya - Pada hari ini tepatnya hari Rabu Tanggal 23 Januari 2019, banyak teman-teman yang menyebarkan link ke Group Whatsapp Operator Dapodik bahwa nantinya NISN ( Nomor Induk Siswa Nasional ) akan diganti dengan NIK ( Nomor Induk Kependudukan ), Hal ini merupakan hasil kerjasama antara Mentri Pendidikan dan Kebudayaan ( Mendikbud) Muhadjir Effendy dengan Menteri Dalam Negeri ( Mendagri ) Tjahyo Kumolo mengenai pemanfaatan Nomor Induk Kependudukan ( NIK ).

Menurut dari media website milik Kemdikbud, bahwa pada tanggal 23 Januari 2019 Mendikbud ubah NISN Siswa dengan NIK yang mana nantinya akan menintegrasikan Dapodik dengan Data Kependudukan. Pada tanggal 10 November 2016 lalu, Data Kependudukan dan Kartu Tanda Penduduk ( KTP ) Elektronik Mendagri menindak lanjuti kerjasama dengan Mendikbud tentang masalah Pemanfaatan Nomor Induk Kependudukan ( NIK ). Maka dari itu nantinya setelah semua rampung Kemdikbud akan mengintegrasikan Dapodik ( Data Pokok Pendidikan ) dengan data Kependudukan dan catatan Sipil pada tahun 2019 di Kementrian Dalam Negeri ( Kemendagri ).

Pada hari ini juga sudah dipastikan mengenai MOU berjalan di Lapangan, dan yang paling penting pada hari ini bahwa nantinya seluruh siswa sudah tidak menggunakan Nomor Induk Siswa Nasional ( NISN ) tetapi Siswa sudah menggunakan Nomor Induk Kependudukan ( NIK ) yang sudah ada di dalam KK ( Kartu Keluarga ) mereka. Hal ini disampaikan oleh Mendikbud kepada awak media setelah selesai pertemuan dengan Direktorat Jendral Kependudukan dan Catatan SIpil ( Kemendagri ) Zudan Arif Fakrullah di kantor Kemendikbud.

Adapun untuk Tujuan Di Integrasikan DAPODIK dengan NIK :

  1. Kedua Data dapat dimanfaatkan untuk sistem Zonasi pada saat Penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB ).
  2. Dengan NIK data siswa dapat langsung diketahui.
  3. Bisa mengetahui Tempat Sekolah Siswa
  4. Tempat Tinggal Siswa
  5. dll
Sebelum adanya integrasi ini, pada masa dahulu orang tua datang ke sekolah untuk mendaftarkan anak mereka. Nanti setelah ini diharapkan dengan dukungan dari aparat Kemendagri, Justru sekolah, Aparat desa, dan aparat kelurahan mendata anak yang masuk kesekolah mana, yang didata oleh pemerintah terutama untuk masuk ke sekolah negeri.


Pada Tahun ini 2019 dipastikan sudah tidak ada lagi siswa yang memiliki Nomor Induk Siswa Nasional ( NISN ) dan menggantinya dengan NIK berdasarkan profil keluarga siswa yang sudah terdata di Sekolah mereka. Nanti setelah mereka sudah berada di sekolah - sekolah tinggal mengecek dia termasuk di daerah mana? Tinggal Dimana ? Keluarganya siapa? akan cepat ketemu di database sistem.

Dirjen Dukcapil Kemendagri sepenuhnya akan mengikuti sistem yang dibangun oleh Kemdikbud itu sendiri termasuk data kependidikan siswa dengan berbasis data Kependudukan. Dengan menggunakan NIK ketika kita cari data siswa dalam data kependudukan maka akan langsung diketahui bahwa siswa tersebut sekolah dimana ? tempat Tinggal Dimana ? Kelas Berapa? Jika siswa tersebut putus sekolah misal Putus sekolah di kelas 8, nanti akan ketemu putus sekolah karena apa? Jika siswa tidak mempunyai Biaya, maka akan di urus mengenai Beasiswanya baik itu Beasiswa dari APBN ataupun APBD.

Pemerintah mewajibkan untuk wajib belajar 12 tahun, jika ada siswa yang tidak sampai ke target 12 tahun maka data terselesaikan dengan baik karena data siswa bisa dilacak dan ditracking melalui Data kependudukan. Selain itu manfaat dari Integrasri Data DAPODIK dengan Data Kependudukan adalah untuk melakukan update data kependudukan untuk peserta didik maupun penduduk yang sampai saat ini belum terdata dalam hal data kependudukannya.


Sumber : Kemdikbud.go.id

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel