Rekrutmen PPPK Tenaga Pendidikan Diknas dan Kemenag Akan Di Prioritaskan Honorer K2

Rekrutmen PPPK Tenaga Pendidikan Diknas dan Kemenag Akan Di Prioritaskan Honorer K2 - Pelaksanaan Rekrutmen PPPK tinggal menghitung bulan saja, sudah banyak website atau media berita yang membahas mengenai kabar tersebut. Kira kira apa itu PPPK, dan kenapa PPPK banyak di buru oleh semua masyarakat di Indonesia.

APA ITU PPPK ?

PPPK kepanjangan dari Pegawai Pemerintah dan Perjanjian Kerja, Jadi PPPK adalah Pegawai Pemerintah yang sama statusnya dengan PNS ( Pegawai Negeri Sipil ) yang mana lebih di prioritaskan untuk mereka yang sudah lama mengabdi baik itu di bagian bidang Kependidikan maupun lainnya yang berhubungan dengan pemerintah. PPPK dikhususkan untuk mereka yang berusia antara 35 tahun keatas yang belum diangkat sama sekali sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil.

SYARAT MENJADI PEGAWAI PPPK

Adapun syarat utama untuk menjadi Pegawai PPPK adalah sebagai berikut :
  • WNI
  • Kalangan Professional, Diaspora, Honorer
  • Maksimal 1 tahun sebelum pensiun

REKRUTMEN PPPK

Mengenai Rekrutmen PPPK adalah sebagai berikut :
  1. Seleksi Administrasi dan Kompetensi
  2. Fase I Pekan IV Januari 2019
  3. Fase II April 2019

KONTRAK KERJA PPPK

Untuk mengenai Kontrak kerja minimal 1 tahun dan bisa diperpanjang.

GAJI PPPK

Mengenai Gaji yang didapat setara dengan Gaji PNS tergantung dengan Golongan yang ada dan sayangnya PPPK tidak mendapatkan yang namanya Gaji Pensiunan.

Untuk anda sebagai guru Honorer K2 saat ini harus merasa senang karena kabarnya guru yang akan diangkat nanti sebagai pegawai PPPK adalah mereka yang Honorer K2, Apalagi untuk PPPK ini lebih diprioritaskan untuk Pendidikan.

Kementrian Agama atau biasa kita sebut dengan Kemenag mendorong Tenaga Honorer K2 khususnya bagi Pendidik ( Guru ) dan Penyuluh untuk mengikuti Rekrutmen PPPK ( Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja ) yang rencananya akan dimulai pada akhir bulan januari 2019. Hal tersebut disampaikan oleh menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin pada saat berdialog dengan 750 ASN di Kantor Kemenag Kota Bekasi.

Menurut beliau "PPPK merupakan salah satu solusi pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga honorer, dan prioritas ini untuk tahun ini adalah Tenaga Honorer K2. Kemenag sendiri berharap untuk para tenaga Honorer K2 untuk dapat memanfaatkan peluang yang sangat besar ini. Untuk selanjutnya secara bertahap peluang untuk menjadi seorang PPPK akan dibuka juga bagi tenaga honorer lainnya yang tidak termasuk dalam kelompok K2.

Suyitno sebagai nara sumber Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan ( GTK ) juga mengatakan hal yang sama yang mana pemerintah pada tahun 2019 akan mengangkat PPPK untuk tiga kelompok Jabatan yaitu :
  1. Tenaga Pendidik ( Guru )
  2. Tenaga Kesehatan
  3. dan Tenaga Penyuluh
Untuk anda yang berada di Kemenag memiliki dua kelompok Guru dan Penyuluh, maka dari itu manfaatkan kesempatan besar ini oleh semua teman- teman yang berada di bagian Honorer K2. Suyitno menyatakan hal tersebut bukan tanpa alasan, pasalnya ada beberapa keuntungan dengan terbitnya peraturan pemerintah ( PP ) Nomor 49 Tahun 2018 tentangManagemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Dengan adanya PP tersebut membuka peluang bagi para tenaga honorer yang melewati batas usia untuk menjadi CPNS ( Calon Pegawai negeri Sipil ). Dalam aturan tersebut juga disebutkan bahwa batas usia yang melamar PPPK paling rendah minimal 20 tahun dan paling tinggi 1tahun sebelum batas usia pensiun jabatan.

PPPK berbeda dengan aturan Pelamar CPNS yang mana dibatasi paling tinggi maksimal usia 35 tahun. "artinya untuk tenaga Honorer K2 yang berusia lebih dari 35 tahun sampai batas 59tahun ke pensiun masih bisa mendaftarkan diri sebagai Pegawai PPPK.

KEUNTUNGAN MENJADI PPPK


Adapun keuntungan yang diperoleh oleh pelamar PPPK adalah mereka mendapatkan Gaji PPPK dan Tunjangan yang sama dengan PNS sesuai dengan golongannya. Tetapi mereka tidak akan mendapatkan yang namanya Pensiunan seperti PNS. 

Saat ini Suyitno menyampaikan bahwa Kemenag telah mengajukan kebutuhan tenaga PPPK sebanyak 20 ribu orang. hal itu sudah termasuktenaga guru dan penyuluh. untuk masalah kuota jumlah PPPK sendiri ditentukan oleh Kemenpan RB.

Sekian artikel mengenai PPPK, manfaatkan hal ini dengan sebaik-baiknya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel